Management Inventory (Intro - 3)

Purchasing Management
Yang mempunyai fungsi penting diantaranya :
  • 50 % uang perusahaan digunakan untuk pembelian stock.
  • Fungsi pembelian sangat penting karena dapat berperan meningkatkan laba.
  • Artinya laba akan bertambah bila kita berhasil memperoleh potongan harga, pemasok dengan harga lebih murah atau bahan pengganti yang lebih murah.
Sasaran pembelian adalah untuk memperoleh barang atau material dengan :
  1. Kualitas yang cocok
  2. Kuantitas yang ekonomis
  3. Harga yang wajar
  4. Waktu yang tepat
  5. Pemasok/ pembekal (vendor/supplier) yang dapat diandalkan


Kualitas yang cocok, yaitu maksudnya sesuai memenuhi persyaratan baik proses produksi, proyek atau kebutuhan lain. Kemudian spesifikasi bahan harus cocok (ukuran, model, warna, bau, bahan pembuatnya, sifat kimia, fisik dll).cDan terakhir dapat digunakan standard internasional (SII-Standad Industri Indonesia, SAE-Society of Automotive Engineers, JIS-Japan Industrial Standard, ASA – American Standard Association).

Kuantitas yang ekonomis, yaitu berdasarkan Sistem Pesan Ulang (EOQ = ECONOMIC ORDER QUANTITY) dan juga berdasarkan Sistem Perencanaan Kebutuhan Material (MRP = MATERIAL REQUIREMENT PLANNING).

Harga yang wajar, yaitu sering diartikan harga yang serendahnya, tapi bukan yang berarti mutlak. Pembekal yang professional harus dapat hidup lestari dan mampu berkembang, dan memperoleh laba yang wajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembekal yang baik bagi bisnis anda.
Harga-harga akan tergantung dari syarat penyerahan, dan harus ditentukan dengan jelas, syarat penyerahan terdiri dari :
- LOCO (ex.works)
- FOB (Free On Board)
- C&F (Cost and Freight)
- CIF (Cost, Insurance and Freight)
- Franco
LOCO (ex. Works), Harga pada syarat Loco adalah harga barang dengan penyerahan di tempat barang itu disimpan dan dalam kedaan seperti aslinya di gudang pembekal. Berarti ongkos pengangkutan di darat maupun di laut menjadi beban pembeli. Kalau pembeli ingin merubah kemasan, ongkos pengepakan ini ditanggung pembeli.

FOB (Free on Board), dalam hal ini semua biaya sampai barang selesai dimuat di atas kapal sudah termasuk dalam harga yang disebut. Ini berarti termasuk ongkos pengepakan, pengangkutan ke pelabuhan, dan ongkos muat ke atas kapal di samping harga barangnya sendiri.

C&F (Cost and Freight), ini termasuk segala biaya seperti dalam FOB, ditambah dengan ongkos angkut laut (freight) dari pelabuhan muat (loading port) sampai ke pelabuhan tujuan (destination port) yang diinginkan oleh importir atau pembeli, termasuk harga barang itu sendiri, ongkos angkut dari gudang ke pelabuhan muat (forwarding fee), dan ongkos angkut laut seta ongkos dokumen pengapalan (shipping charges).

CIF (Cost, Insurance and Freight), termasuk di dalamnya segala biaya sebagaimana dalam C & F ditambah premi asuransi ( Insurance Premium)

Franco (gudang pembeli), harga pembelian sudah termasuk semua biaya sampai barang dibongkar di gudang pembeli. Jadi berarti termasuk bea-bea yang harus dibayar seperti bea masuk, pajak masuk, dan ditambah dengan ongkos angkut dari pelabuhan tujuan ke gudang pembeli dan ongkos bongkar di gudang pembeli. Cara penjualan franco gudang pembeli ini jarang sekali terjadi di dalam perdagangan luar negeri.
Jenis-jenis penyerahan lain diantaranya :
  • F.O.T ( Free On Truck ) = harga barang sampai di atas truk.
  • F.I.W (Free In Wagon ) = harga barang sampai di dalam gerbong
  • F.A.S (Free Alongside Ship) = harga termasuk sampai barang siap di pelabuhan, untuk dimuat ke kapal



PURCHASING STRATEGY
Pelaksana pembelian, Manajer Pembelian atau Buying Agent (untuk perusahaan sangat besar), bertugas:
  • Perundingan pembelian utama
  • Menyelia administrasi departemen pembelian
  • Mempelajari situasi pasar
  • Berkomunikasi dan berkoordinasi dengan departemen lain seperti produksi dan pemasaran.



Selain itu harus menguasai tentang etika pembelian, yaitu segala aturan-aturan atau nilai-nilai moral yang secara umum mengatur tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok. Etika yang harus diperhatikan :

  1. Bekerja secara jujur dalam setiap transaksi pembelian dan menghindari segala bentuk penyuapan.
  2. Bekerjasama dengan semua individu yang terlibat dalam kegiatan pembelian untuk mempertinggi prestasi departemen pembelian.
  3. Berusaha keras menegetahui seluk beluk tentang barang-barang yang akan dibeli.
  4. Mau menerima nasehat yang diberikan oleh teman sejawat tanpa mengurangi tanggung jawab Anda sendiri.
  5. Bersedia memberikan nasehat dalam pelaksanaan pembelian, kapanpun kesempatan itu ada.
  6. Memberikan pelayanan yang cepat dan sopan kepada pemakai jasa departemen pembelian.
  7. Melaksanakan tugas pembelian dengan baik demi tercapainya nilai tertinggi barang tersebut dengan setiap rupiah yang dibelanjakan.



Kebijakan pembelian, terdiri atas :
  • Pembelian terpusat (sentralisasi)
  • Pembelian tersebar (desentralisasi)
  • Gabungan pembelian terpusat dan tersebar
Manfaat Pembelian Terpusat, diantaranya :
  1. Mengurangi tumpang tindih (overlapping)
  2. Menjamin adanya potongan harga karena kuantitas lebih besar.
  3. Menghemat biaya pengangkutan
  4. Menefektifkan tugas dalam pengendalian sediaan.
  5. Memungkinkan adanya spesialisasi pembelian
  6. Memberikan kesempatan pada Manajer Pembelian agar dapat mencurahkan perhatian pada tanggung jawab utama.

Penghematan pembelian, bisa didapat dengan potongan harga yang diperoleh dari :
  • Kuantitas pembelian yang besar (seasonal discount)
  • Pembayaran tunai (cash discount)
  • Pembelian diluar musim (seasonal discount)
  • Jenjang penyaluran (trade discount) misal distributor 15 %, pengecer 10 %

Strategi pembelian
  1. Bulk buying
  2. Contract buying
  3. Progressive stock buying
  4. Hand to mouth buying
  5. Hedging
  6. Speculative buying
  7. Blanket order

Bulk buying, pembelian partai besar dalam jumlah banyak. Cara ini dapat dilaksanakan bila :
a. Harga sedang turun.
b. Sewaktu-waktu barang dapat dijual kembali dengan menguntungkan.

Contract buying, pembelian secara kontrak artinya dibuat perjanjian kerja sama antara penjual dan pembeli. Cara ini dapat dilakukan apabila :
a. Volume kebutuhan cukup besar
b. Barang dipakai secara teratur
c. Jangka waktunya panjang

Progressive stock buying, pembelian menurut pasang surutnya sediaan. Anda melakukan ini apabila :
a. Catatan Sediaan Anda cukup cermat dan segar (up to date).
b. Batasan maksimum dan minimum telah ditetapkan secara teliti.

Hand to mouth buying, pembelian seketika pada saat dibutuhkan. Biasanya dilakukan apabila :
a. Pekerjaan berdasarkan pesanan kadangkala
b. Menghadapi keadaan tak terduga atau terdesak waktu

Hedging, pembelian “barang baru” diikuti dengan penjualan “barang stok” pada saat yang sama dan dilakukan secara berkesinambungan. tujuannya untuk mencegah risiko akibat naik turunnya (fluktuasi) harga di pasar.biasanya menyangkut barang-barang perdagangan, perkebunan, tambang.
Speculative buying, pembelian spekulasi yaitu membeli sekarang dengan harapan ataua ramalan bahwa haraga barang dikemudian hari akan jauh lebih mahal.
Blanket order, pembelian penyelimut dengan cara membeli sekaligus dan jumlah banyak untuk keperluan jangaka tertentu, tapi penyerahannya dilakukan sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan dilapangan
Yang perlu diketahui dalam hal negosiasi adalah :
  • Negosiasi adalah proses perundingan untuk mencapai kesepakatan bersama.
  • Kesepakatan bukan hanya harga tetapi meliputi semua butir sebagaimana dimaksud dalam sasaran pembelian.
  • Dalam negosiasi harus dibuat kontrak pembelian dengan segala syarat yang harus dipenuhi antara lain kualitas, kuantitas, harga, pengangkutan, waktu penyerahan dll.


Sedangkan dalam syarat-syarat perundingan diperlukan :
  • Memiliki pengetahuan yang luas tentang seluk beluk barang yang dibeli
  • Memiliki pengetahuan psikologi
  • Memiliki ketrampilan dalam menganalisis situasi dan masalah


Dalam prosedur pembelian ada beberapa hal yang perlu diketahui :
  1. Kenali, rumuskan dan uraikan kebutuhan
  2. Beritahukan kebutuhan tersebut
  3. Selidiki dan pilih pembekal
  4. Buatlah perjanjian atau order pembelian
  5. Lakukan pelacakan/ monitoring
  6. Berita acara penerimaan dan inspeksi
  7. Evaluasi/ audit tagihan
  8. Perampungan order


Sedangkan cara menilai vendor ada beberapa hal, diantaranya :
  • Kemampuan memenuhi kualitas
  • Kemampuan menepati waktu penyerahan
  • Kemampuan keuangan, adanya potongan harga
  • Kemampuan menjaga kelanggengan usaha mereka
  • Memegang teguh etika bisnis atau etika penjualan.
  • Kemampuan menyerap order pembelian yang lebih besar dikemudaian hari
  • Kemampuan mencapai biaya angkutan yang murah


Ada beberapa sikap vendor yang baik, hal ini bias di indikasikan dengan :
  • Bersifat jujur dan adil dalam memperlakukan pelanggannya
  • Masuk akal dalam menetapkan harga jual barang
  • Mampu memberikan pelayanan yang memuaskan.
  • Apabila pembekal juga pembikin (manufacturer) ia harus peka terhadap kebutuhan pelanggan untuk meningkatkan kualitas barang atau proses produksinya.

Sedangkan dalam internal suatu bisni mempunyai kebijakan umum, diantaranya :
  1. Semua pembelian barang dilakukan oleh departemen pembelian
  2. Hanya para ahli pembelian saja yang boleh mendiskusikan harga dan kuantitas barang yang dibeli dari para wiraniaga yang dikirim pemasok.
  3. Demi pelayanannya pada departemen lain, hanya para ahli pembelian saja yang mempunyai wewenang penuh untuk menanyakan kualitas, kuantitas, dan jenis material/barang yang dikehendaki departemen lain.
  4. Bila dianggap perlu untuk mengetahui lebih terperinci tentang karakteristik barang yang ditawarkan oleh wiraniaga, para ahli departemen pembelian dapat melakukan kunjungan ke perusahaan pembekal.
  5. Hanya departemen pembelian yang berwenang dalam menetapkan kebijakan investasi untuk membeli sendiri atau membeli suatu jenis barang.

Penetapan vendor
  1. Pemasok tunggal (single supplier), yaitu hanya membeli dari satu pemasok
  2. Pemasok ganda (double/ multi suppliers), yaitu mengambil dua pemasok atau lebih
  3. Pemasok cadangan yang sewaktu-waktu dapat diminta jasanya.


References :
1. UTS - Training & Consulting
2. Doni Adriansah , Pengendalian Inventory dengan Metodologi Matrik.

Management Inventory (Intro - 2)

Klasifikasi Berdasarkan Frekwensi Mutasi
  • Sediaan berputar (moving stocks)
  • Sediaan pengaman (safety stock)

Sedangkan sediaan bergerak disini terbagi atas :
  • Bergerak cepat (fast moving)
  • Bergerak sedang (medium moving)
  • Bergerak lambat (slow moving)

Analisis ABC (Hukum 80/20)
  • Ditemukan oleh pareto, ahli ekonomi dari itali, lebih kurang 500 tahun yang lalu.
  • Secara prinsip menyatakan 20 % produk atau pelanggan menghasilkan 80 % pendapatan.

Penggunaan Analisis ABC Untuk Menetapkan :
  • Frekwensi perhitungan inventori, dimana klas A harus sering diuji dalam hal akurasi catatatan dibandingkan klas B dan C.
  • Prioritas pembelian
  • Prioritas keamanan, di mana klas a harus disimpan secara lebih aman
  • Sitem pengisian kembali, dimana klas a lebih diprioritaskan
  • Keputusan investasi.



Prosedur Pengelompokkan Inventori ke dalam Klas A, B, C.
  • Tentukan volume penggunaan per periode waktu biasanya per tahun.
  • Kalikan volume penggunaan per periode dari setiap material dengan biaya per unitnya guna memperoleh nilai total penggunaan biaya per periode waktu.
  • Jumlahkan nilai total penggunaan biaya dari semua material inventori itu untuk memperoleh nilai total biaya keseluruhan.
  • Bagi nilai total penggunaan biaya dari setiap material inventori itu dengan nilai total penggunaan biaya keseluruhan, untuk menentukan persentase nilai total penggunaan biaya dari setiap material inventori itu.
  • Daftarkan material-material itu dalam rank persentase nilai total penggunaan biaya dengan urutan menurun dari terbesar sampai terkecil
  • Klasifikasikan dalam klas A, B dan C dengan kriteria 20% untuk A, 30% untuk B dan 50 % untuk C.

Material Dependen
Material yang terkait dengan material yang lain. Item-item yang ada dalam struktur produk (bill of material) untuk membentuk suatu produk akhir dapat dikatakan sebagai material dependen.

Material Independen
Material yang terpisah tanpa terkait dengan material yang lain. Produk yang dijual ke pasar seperti suku cadang (spare parts), service parts, dikatakan sebagai material indpenden.

Teknik Optimasi Persediaan (EOQ System)
Biaya persediaan terdiri dari :
  • Biaya pengadaan (procurement cost)
  • Biaya penyimpanan (stock holding cost)

Yang mana biaya pengadan sendiri terbagi atas :
  • Biaya riset pembelian
  • Biaya negosiasi
  • Biaya pengiriman
  • Biaya administrasi pembelian
  • Biaya pemeriksaan

Sedangkan biaya penyimpanan biasanya terdiri dari komponen yang meliputi :
  • Biaya peluang (bunga) 9-12 %
  • Asuransi 0.2 %
  • Susut, rusak,kadaluwarsa 10 %
  • Karyawan, alat pemindah dan administrasi gudang 2.5%
  • Sewa gudang 0.25%
  • Total biaya 20-25 %

Optimasi Sediaan
Berdasarkan quantity based system (EOQ = Economic Order Quantity), yang mana :
BIAYA TOTAL = BIAYA PENGADAAN + BIAYA PENYIMPANAN

Tujuan Optimasi Sediaan
  • Mengusahakan ketersediaan yang tinggi
  • Mengusahakan menekan biaya sediaan serendah mungkin
  • Harus dicari kompromi antara keduanya, yakni mencari sediaan yang optimum

Kuantitas Pesanan Ekonomis (EOQ = Economic Order Quantity)
Merupakan konsep pengendalian sediaan yang didefinisikan sebagai jumlah atau kuantitas barang yang dibeli dengan biaya yang minimal, dan dapat digunakan bila:
  1. Harga pembelian per unit konstan
  2. Barang selalu tersedia di pasar
  3. Kebutuhan barang relatif stabil

Material Requirement Planning (MRP)
  • Untuk memenuhi kebutuhan yang lebih dinamis
  • Pemakaian masa lalu dianggap tidak sama dengan yang akan datang
  • Diterapkan pada proses produksi kadangkala atau berdasarkan pesanan.

Untuk mengetahuinya maka data yang diperlukan antara lain :
  • Produk atau material apa yang dibutuhkan ?
  • Berapa banyak ?
  • Kapan harus kita penuhi pesanannya ?

Langkah Kerja
  • Buatlah Daftar Material (Bill of Material) yang meliputi seluruh komponen baik jenis maupun jumlahnya, untuk membuat material yang diinginkan.
  • Ledakkan produk, sehingga terurai jadi komponen-komponen yang paling kecil.
  • Menghitung berapa banyak komponen tersebut dibutuhkan untuk membentuk kesatuan produk.

Asal usul material harus dapat dipisahkan antara :
a. Material Buatan
b. Material Belian

Komponen lead time terdiri dari :
  • Waktu antri
  • Waktu penyiapan
  • Waktu pengerjaan
  • Waktu pemeriksaan kualitas
  • Waktu pengemasan
  • Waktu pengangkutan dsb.

Bila komponen tersebut telah terkumpul semua, kita akan assembling (rakit). Proses perakitan tersebut dapat dilukiskan dalam bentuk jaringan yang dinamakan pseudo jaringan kerja. Kalau yang dianggap penting hanya jadwal, rencana kebutuhan dapat dituangkan dalam diagram balok.
Sedangkan sistematika perencanaanya dengan cara meledakkan produk menjadi komponen2 kecil dan menggambar silsilah keluarga. Kemudian mengumpulkan data atau informasi tentang waktu tenggang dari pengadaan tiap2 material komponen. Setelah itu baru membuat jadwal kebutuhan material dalam bentuk matriks. Jika merunut pada gambar maka bidsa dikatakan pintu “cucu” dari rumah dan “anak” dari dinding. Pintu mempunyai “anak” berupa kosen dan daun pintu, maka kosen dan daun pintu disebut juga sebagai “cicit” dari rumah atau “cucu” dari dinding.

Forecasting
Konsep dasar sistem peramalan dalam manajemen sediaan antara laian :
  1. Menentukan tujuan peramalan
  2. Memilih item independent demand yang akan diramalkan
  3. Menentukan horizon waktu dari peramalan
  4. Memilih model-model peramalan
  5. Memperoleh data yang dibutuhkan untuk melakukan peramalan
  6. Membuat peramalan
  7. Validasi model peramalan
  8. Implementasi hasil-hasil peramalan
  9. Memantau keandalan hasil peramalan

Rasio-rasio yang digunakan, yaitu :
  • Inventory Turn Over (ITO)
  • Availability

Inventory turn over atau perputaran sediaan adalah indikator efisiensi investasi yang ditanamkan dalam stok. Jadi makin kecil nilainya berarti makin efisien. Sedangkan availability atau tingkat ketersediaan stok yaitu merupakan hal yang sangat penting dalam inventory management.menunjukkan kemampuan perusahaan menyediakan stock yang diminta oleh pelanggan.

References :

1. UTS - Training & Consulting

2. Doni Adriansah , Pengendalian Inventory dengan Metodologi Matrik.

    Translate

    English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
    by : donijaua

    Mengenai Saya

    Foto saya
    Lahir di Sidoarjo,Alumni UI (Universitas Indonesia-Industrial Engineering), dan ITS Surabaya (Power Electrical). Th 1996-1997 di vendor JVC SBY. Th 1997-2006 di PT. Mulia Industrindo sebagai Sr Prod.SPV, Chief Secretary PSM (Process Safety Management), peserta Workshop Implementasi Lean Manufacture selama 4 th yg di sponsori oleh Pemerintah RI (Deperindag) Negara Japan (JODC/Japan Organization for Development Country) dari Toyota Corp Nagoya Japan Mazda Japan. Th 2006-2008 Manager at Group TRIPUTRA. Finalis Suggestion System pd Forum Komunikasi Mutu. Ketua Komite 6S, Kaizen Blitz. Th 2008 s/d 2010 group perusahaan Tiga Pilar sebagai Business Development & Industrial Engineering. Th 2010 - 2012 Manager at DB Encosys. 2012 - Now Manager at MKA Group Specialist in Coldchain Distribution. Certification: Six Sigma for Green Belt, Toyota Production System (TPS), Production Management (PQM), Practical Problem Solving Decision Making (PQM), Konvensi Tingkat Nasional (GKM). Menjabat Ketua RT perum Kt Legenda BKS, Ketua Ranting IPNU 1994, Pendiri organisasi Moss Nature lover BKS,Ketua Karang Taruna 2004. Juga menggeluti Entrepreneur (Batik).

    Waktu Berharga

    Kalender Kita

    Weather

    Berita Kini

    More..

    My Bloglog

    Powered By Blogger

    Pengikut

    Cari Blog Ini