- Toyota dikenal sebagai perusahaan yang semangat konservatif secara politik maupun gaya dan budaya.
- Inti Toyota adalah inovasi tidak pernah merasa puas dalam segala hal dan selalu dalam posisi terdepan dalam even pasar.
- Sebagian besar proses yang terjadi di pusat kendaraan Toyota adalah pengembangan produk rutin.
- Toyota Way dengan secara periodik keluar dari kekangan “konservatif: tersebut dengan secara inovatif mengembangkan kendaraan baru yaitu Lexus dan Prius.
- Mengembangkan konsep dengan target terkait. Jika konsep tidak dipikirkan dengan dengan matang dan tidak dengan mengindetifikasikan pasar dan bagaimana kendaraan akan memasuki pasar dengan tepat maka pelaksanaan program apapun akan sia- sia.
- Buat keputusan secara perlahan melalui konsensus, pertimbangkan semua pilihan kemudian implementasikan dengan cepat.
Ada beberapa contoh Alasan membeli dan menolak terhadap pesaing.
Alasan membeli Alasan menolak :
- Benz Kualitas,nilai investasi, kokoh Terlalu kecil, tampilan tampak Lemah (dibandingkan dgn BMW).
- BMW Gaya, penanganan susah, fungsional, terlalu banyak di jalanan.
- Audi Gaya, ruang yang luas, terjangkau, Kualitas dan pelayanan yang buruk.
- Volvo Keamanan, kehandalan, kualitas, Tampilan seperti kotak, kokoh.
- Jaguar Tampilan paling menarik Kualitas yang buruk, interior yang sempit.
Toyota Way dalam praktik: Abad Baru, Bahan Bakar Baru, Proses Perancangan Baru “PRIUS”
Ambil karyawan manajerial anda berdasarkan filosofi jangka panjang walaupun mengorbankan keuangan jangka pendek. Meskipun kondisi keuangan jangka pendek luar biasa pada saat diciptakan Lexus maupun Prius, dan beranggapan sebagai investasi jangka panjang.
Prinsip 1 :
Faktor-faktor terpenting untuk mencapai keberhasilan adalah kesabaran, fokus terhadap hasil jangka panjang dan bukan hasil jangka pendek, investasi ulang pada orang, produk, dan pabrik, serta komitmen tanpa syarat terhadap kualitas. Toyota adalah kontribusi terbesar kepada dunia usaha . Keberhasilan Toyota di Jepang maupun di AS. Toyota selalu konsisten dan komitmen terhadap pelanggan, karyawan dan masyarakat. Salah satu manajer Director menjelaskan. Tujuan dari uang yang kami hasilkan bukan untuk kami sebagai keuntungan perusahaan dan bukan untuk sebagai karyawan tetapi bertujuan adalah agar kami dapat melakukan investasi ulang di masa mendatang. Dan untuk berkontribusi kembali kepada komunitas yang memberi kesempatan untuk berbisnis. Toyota berjanji untuk menjadi perusahaan yang tidak lagi memiliki hutang. Penurunan biaya menjadi semangat perusahaan, dan memulai menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak diperlukan.
Prisip 2 :
Bila ada masalah muncul dalam manufaktur one-piece-flow, seluruh jalur produksi akan berhenti. Dalam hal ini, sistem manufaktur ini sangat buruk. Namun ketika produksi berhenti semua orang dipaksa segera memecahkan masalah. Sehingga para anggota tim harus berpikir, dan dengan berpikir para anggota tim berkembang dan menjadi anggota tim dan orang yang lebih baik. Sebagian Besar Proses Bisnis Terdiri dari 90 % Pemborosan dan 10 % Pekerjaan Nilai Tambah. Awal yang baik bagi setiap perusahaan untuk memulai perjalanan menuju organisasi dengan menciptakan aliran yang kontinu dimanapun bisa diterapkan, baik itu di dalam proses manufaktur maupun dalam proses pelayanan. Mengapa Lebih Cepat Berarti lebih Baik dalam Proses Mengalir. Sering kali kita berpikir bahwa meningkatkan kecepatan proses berarti berkompromi dengan kualitas, bahwa lebih cepat berarti lebih ceroboh. Logika yang sama dapat diterapkan pada proses bisnis atau proses engineering, Biarkan masing-2 departemen melakukan pekerjaannya dalam batch dan memberikan batch tersebut kepada departemen lain dan dapat dipastikan akan terjadi keterlambatan yang besar dalam penyelesaian pekerjaan. Banyak birokrasi yang berlebihan akan terus bertambah, mengatur standar untuk setiap departemen, dan posisi yang tidak yang tidak menambah nilai akan diciptakan untuk mengawasi alur barang. Sebagian besar waktu akan dihabiskan untuk menunggu keputusan atau tindakan. Hasilnya akan terjadi kekacauan dan kualitas yang rendah. Ambil orang-orang yang tepat melakukan pekerjaan yang menambah nilai, aturlah mereka dalam satu barisan, dan alirkan melalui orang-orang tersebut dengan sejumlah pertemuan untuk mengatur integrasi dan Anda akan memperoleh kecepatan produktivitas dan kualitas yang lebih baik.
Prinsip 3 :
Gunakan “Sistem Tarik” untuk Menghindari Produksi Berlebih.
Prinsip – Tarikan Pelanggan dan Pengisian Ulang.
Prinsip 4 :
Meratakan Beban
Prinsip 5 :
Membangun budaya berhenti untuk memperbaiki masalah, dengan tujuan memperoleh kualitas yang baik sejak awal
Mr. Ohno berkata, bahwa tidak ada masalah yang diketemukan saat penghentian jalur produksi harus menunggu hingga besok pagi agar diperbaiki. Karena saat kita membuat mobil setiap menit, kita tahu bahwa besok akan memperoleh masalah yang sama lagi. Menurut TPS pada saat produksi ditemukan kualitas rusak mesin harus dihentikan. Menurut Amerika, mesin berjalan terus akan menghasilkan kwantitas banyak, tapi sayang tidak dievaluasi hasilnya (kualitasnya meragukan).
Prinsip 6 :
Standar kerja merupakan fondasi bagi peningkatan berkesinambungan dan pemberdayaan karyawan.
Contoh: Jika Anda ingin belajar Golf, hal yang pertama yang akan diajarkan oleh instruktur adalah dasar pukulan Golf, kemudian Anda berlatih, berlatih, berlatih dan membuat pukulan Anda stabil, sampai Anda memiliki ketrampilan dasar untuk memukul bola secara konsisten,dengan harapan bagi Anda untuk meningkatan permainan Golf Anda. Tugas penting saat mengimplementasikan standardisasi adalah :
- Menyediakan kebebasan karyawan untuk berinovasi dan menjadi kreatif.
- Standar harus cukup spesifik namun cukup umum untuk mendapatkan fleksibilitas .
- Standar perlu variable
Prinsip 7 :
Gunakan pengendalian visual agar tidak ada yang tersembunyi
Bersihkan, Biarkan, Terlihat.
Ketika orang Amerika berkunjung ke Jepang pada tahun 1970 an dan 1980 an reaksi pertama yang diperoleh tidak berbeda “pabrik bersih sehingga Anda bisa makan di atas lantai”. Dalam TPS ada program 5S yang merangkum serangkaian aktivitas untuk menghilangkan pemborosan yang menyebabkan kesalahan, cacat, dan kesalahan di tempat kerja. Ada 5 S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia (5R), yaitu :
- Ringkas (memilah) – pilahlah barang-2 dan simpan hanya yang diperlukan dan singkirkan yang tidak diperlukan.
- Rapi (menata) – setiap barang memiliki tempat dan setiap barang ada di tempat nya.
- Resik (membersihkan) proses pembersihan sering kali berbentuk pemeriksaan yang mengungkapan abnormalitas dan kondisi sebelum terjadinya kesalahan yang berdampak buruk pada kualitas atau menyebabkan kerusakan pada mesin.
- Rawat (menciptakan aturan) kembangkan sistem dan prosedur untuk mempertahankan dan memonitor ketiga R di atas.
- Rajin (mendisiplinkan diri) menjaga tempat kerja agar tetap stabil merupakan terus menerus dari peningkatan berkesinambungan .
Gunakan hanya tehnologi handal yang sudah benar-benar teruji untuk membantu orang – orang dan proses Anda.
Adopsi tehnologi baru harus benar-benar bermanfaat dan dapat terbukti melalui uji kelayakan :
• Analisa dampak terhadap proses yang ada
• Analisa biaya dan manfaat
• Analisa nilai tambah terhadap proses yang ada
• Dampak terhadap filosofi, konsensus, efesiensi.
• Proses musyawarah dan mufakat sehingga dapat diterapkan tanpa penolakan dari karyawan.
• Fleksibilitas, jangan memaksa teknologi baru kalau tidak dapat dimanfaatkan.
• Teknologi hanya sebagai alat bantu, sedangkan orang yang melakukan pekerjaannya.
Prinsip 9 :
Hingga manajemen senior mampu menyingkirkan ego mereka dan melebur kedalam tim dan memimpin mereka semua, manajemen senior akan terus kehilangan berpikir ego dan menemukan kemampuan yang luar biasa dari seluruh karyawannya. Di Toyota, kami menempatkan nilai tertinggi pada anggota-anggota tim kami dan melakukan yang terbaik untuk mendengar mereka dan menyatukan ide-ide mereka ke proses perencanaan kami. Bila kita melihat para pemimpin besar dalam sejarah Toyota, kita akan melihat bahwa mereka memiliki beberapa ciri yang sama :
- Fokus pada tujuan jangka panjang untuk Toyota sebagai kontributor penambahan nilai bagi masyarakat.
- Tidak pernah menyimpang dari ajaran Toyota Way dan menghayatinya serta menjadi panutan bagi semua orang.
- Bekerja menuju ke atas melalui pekerjaan yang detil dan terus menerus ke tempat sebenarnya di mana pekerjaan yang menambah nilai dapat diselesaikan.
- Melihat masalah sebagai peluang untuk melatih membimbing orang mereka.
Prinsip 10 :
Kembangkan orang dan kelompok yang memiliki kemampuan istimewa yang menurut filosofi perusahaan Anda.
Prinsip 11:
Hormati jaringan mitra dan pemasok Anda dengan memberi tantangan dan membantu mereka untuk meningkatkan diri.
Prinsip 12 :
Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi sebenarnya.
Prinsip 13 :
1. Pertimbangkan solusi alternatif solusinya.
2. Komunikasi seluas-luasnya untuk mencari masukan.
3. Mencari konsesus tanpa konflik.
4. Banyak belajar sebelum mengambil keputusan.
5. Persiapan rapat untuk pengambil keputusan sehingga berjalan cepat, rapat hanya formalitas.
Prinsip 14 :
Menjadi Organisasi pembelajar melaui refleksi diri tanpa kompromi (Hansei) dan peningkatan berkesinambungan (Kaizen).
- Kaizen, peningkatan berkesinambungan, mencoba sesuatu pada berbagai titik dalam value stream.
- Fokus dari gambaran besar value stream.
- Membangun perusahaan lean.
• Menciptakan ikatan antar individu dan mitra seolah-olah bergerak untuk saling mengisi.
• Pentingnya komitmen kepemimpinan langgeng.
13 Tips untuk mengubah perusahaan Anda menjadi lebih lean.
- Mulai tindakan dengan sistem teknis , diikuti dengan cepat oleh perubahan budaya.
- Belajar lewat pengalaman, pelatihan.
- Mulai dengan pilot value stream untuk mendemontrasikan sebagai sistem dan menyediakan model pergi dan lihat.
- Gunakan pemetaan value stream untuk mengembangkan visi masa depan dan bersatu untuk menemukan cara menerapkan alat-alat dan filosofi lean.
- Menggunakan lokakarya kaizen utnuk mengajarkan dan membuat perubahan cepat.
- Mengorganisir disekitar value stream. Pada sebagian organisasi, manajemen diorganisir berdasarkan proses atau fungsi.
- Jadikan keharusan, jika perusahaan melihat tranformasi lean sebagai sesuatu yang baik untuk dilaksanakan dalam sewaktu-waktu.
- Suatu krisis bisa mendorong pergerakan lean, tetapi manajemen senior memperjuangkan peningkatan secara proaktif. Yang penting adalah kepemimpinan lean itu fokus pada pembelajaran jangka panjang
- Carilah kesempatan untuk mengenali peluang yang mempunyai dampak finansial yang besar.
- Menyelaraskan kembali ukuran dengan sudut pandang value stream.
- Kembangkan cara Anda sendiri di akar perusahaan Anda.
- Merekrut atau mengembangkan pemimpin lean dan mengembangkan sistem suksesi.
- Menggunakan tenaga ahli untuk mengajarkan dan mendapatkan hasil yang cepat.
